Tata Terbit Santri

 Kewajiban dan Hak Santri

            Setiap santri Daruttauhid Malang diwajibkan:

  • Mengikuti kegiatan belajar-mengajar pada jam-jam pelajaran yang telah ditentukan dan semua kegiatan lainnya;
  • Minta izin apabila ada keperluan keluar kompleks pesantren;
  • Melaksanakan shalat fardhu lima waktu secara berjamaah;
  • Berada di dalam pondok pesantren pukul 10.30 pada hari Jum’at;
  • Berbahasa Arab atau Inggris bagi santri tingkat Ibti­daiyah dan Tsanawiyah;
  • Menjaga kesehatan, kebersihan dan ketertib­an di dalam dan di luar kamar di ruang belajar dan di dalam kompleks pesantren pada umumnya;
  • Berada ditempat tidur masing-masing paling lambat pukul 22.00 WIB.;
  • Bangun tidur pukul 03.30 WIB. untuk persiapan shalat shubuh berjamaah;
  • Menghormati dan berlaku baik terhadap tamu dan semua orang;
  • Berada di kelas masing-masing pada jam belajar yang telah ditentukan;
  • Memakai pakaian seragam dan berkofyah putih dengan rapi;
  • Melaksanakan tugas tugas yang dibebankan;
  • Tetap berada di Pesantren (tidak pulang), sekalipun pada hari-hari libur yang telah ditetapkan oleh pesantren atau liburan Madrasah Kurikulum Kemenag (setelah ujian), selain liburan Puasa Ramadhan.

 

Santri Daruttauhid Malang memiliki hak sebagai berikut setelah kewajibannya dipenuhi:

  • Mendapatkan pendidikan dan pengajaran;
  • Menggunakan fasilitas tempat tidur, kamar mandi, fasilitas pembelajaran sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku;
  • Mendapatkan perlindungan selama berada di pondok pesantren;
  • Mendapatkan perlakukan yang layak;
  • Mendapatkan apresiasi dan penghargaan;
  • Mendapatkan ijazah jika dinyatakan lulus.

 

  1. Larangan-Larangan

Pelanggaran Berat:

  • Melakukan tindakan yang mengarah kepada perbuatan yang bertentangan dengan ajaran agama Islam, etika, dan hukum yang berlaku;
  • Keluar kompleks Pesantren tanpa izin tertulis dari Pengurus Pesantren;
  • Mendatangi tempat-tempat yang tidak layak dan atau megandung maksiat: bioskop, warnet, diskotik, café, billiard, karaoke, warung game/PS, studio music, dan sejenisnya;
  • Membawa, menyimpan, dan menghisap rokok di dalam maupun di luar pesantren;
  • Membawa, menyimpan, dan memakai ganja, narkoba (narkotika dan obat terlarang), minuman keras, dan sejenisnya;
  • Memakai dan mengambil milik orang lain tanpa izin dari pemiliknya;
  • Mencuri, menipu, menggelapkan, dan melakukan kejahatan lain yang sejenisnya;
  • Membawa, menyimpan, dan memakai radio, tape recorder, alat alat musik, kartu dadu catur dan perlengkapan elektronik lainnya seperti komputer, Laptop, TV, Discman, Memory Card, Flash Disk, PS-Portable, Handphone, I-Pod, I-Pad, Galaxi Not/tabs MP3, MP4, MP5, pemanas air, dan sejenisnya;
  • Melakukan pengrusakan gedung, bangunan, barang inventaris milik Yayasan, Pondok Pesantren, dan Madrasah dengan sengaja atau karena unsur keteledoran;
  • Membawa dan menyimpan senjata tajam, dan semua yang dianggap membahayakan;
  • Berkelahi atau bertengkar dengan alasan apapun dan dalam bentuk apapun;
  • Menganiaya, menghina, manghasut dan mengancam santri, tenaga kebersihan, keamanan, guru-guru, dan pengasuh dalam bentuk apapun;
  • Membawa dan mengendarai sepeda pancal, sepeda motor, mobil dan yang sejenisnya di dalam atau di luar pondok pesantren;
  • Membawa, menyimpan, membaca buku-buku porno, komik, gambar gambar atau foto-foto yang tidak layak;
  • Berhubungan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya melalui sms, whatsapp, chating, telpon, dan media lainnya;
  • Berunjuk rasa dalam bentuk apapun terhadap Yayasan, Pesantren, dan Madrasah.

 

Pelanggaran Sedang:

  • Memakai pakaian yang bergambar dan bertulisan yang tidak layak, celana berkantong banyak, ketat, komprang dan sejenisnya;
  • Berambut gondrong, panjang, bersemir, model rambut yang tidak layak;
  • Masuk kamar yang bukan kamarnya, ruangan lain yang dilarang untuk dimasuki santri, dan tempat-tempat yang membahayakan keselematan santri;
  • Mempersilahkan tamu masuk kamarnya, kecuali orang tua/wali santri;
  • Menjual pakain atau lain-lain hak miliknya, kecuali atas saran atau perintah orang tua;
  • Menyimpan uang lebih dari Rp. 50.000 (lima puluh ribu rupiah), dan atau barang barang berharga lainnya di dalam kamar;
  • Menyalahgunakan uang pembayaran buat pondok pesantren (syahriyah, uang ujian, dan lain-lainnya) dalam bentuk apapun;
  • Makan di dalam kamar;
  • Memakai anting-anting, kalung, dan lainnya yang menyerupai wanitia serta dilarang syariat Islam;
  • Menulis dan mencoret dinding kamar, ruang kelas, ruang makan, kamar mandi, pintu, almari, ranjang, meja, kursi, dan fasilitas lainnya;
  • Melantunkan nyanyian-nyanyian yang tidak bernafaskan Islam;
  • Mengadakan kegiatan rihlah, rekreasi, kemah, dan sejenisnya tanpa izin dari pengurus Pesantren;
  • Membuat gaduh, berteriak, bergurau dengan suara keras dan melakukan perbuatan yang sejenisnya.

 

Pelanggaran Ringan:

  • Meletakan dan meninggalkan perlengkapan belajar (tas, buku, sepatu, pakaian, dan sejenisnya) di sembarang tempat;
  • Terlambat pada setiap kegiatan pondok pesantren
  • Makan dan minum berdiri dan atau sambil berjalan;
  • Menggunakan buku tulis yang bergambar dan bertulisan tidak layak;
  • Membuang sampah dan meludah di sembarang tempat;
  • Membuat/Membawa Kartu ATM;
  • Membawa dan memelihara satwa apapun jenisnya;
  • Meminjamkan uang kepada orang lain.

 

 


 

Bab VI

Sanksi dan Penghargaan

  1. Sanksi-Sanksi

Bagi santri yang melanggar tata tertib pesantren, maka akan mendapatkan sanksi sebagi berikut:

  • Scorsing (diserahkan pada orangtua/wali santri) selama satu minggu dan membuat pernyaatn tidak akan mengulangi pelanggaran tatatertib pesantren;
  • Diserahkan dan dikembalikan pada orangtua/wali santri dan tidak diberi kesempatan untuk kembali ke pesantren;
  • Tidak naik kelas dan atau tidak lulus;
  • Memakai rompi mukholafah selama beberapa hari, ditentukan berdasarkan jenis pelanggaran;
  • Menyita barang-barang yang dilarang untuk dibawa ke pesantren dan tidak akan diserahkan kembali;
  • Membayar denda Rp. 50.000, per-hari bagi santri yang terlambat datang kembali ke pesantren di bawa lima hari; kecuali sakit dibuktikan dengan surat keterangan dokter;
  • membayar denda Rp. 50.000, per-hari, gundul dan sanksi lainnya bagi santri yang terlambat datang kembali ke pesantren di atas lima hari; kecuali sakit dibuktikan dengan surat keterangan dokter;
  • Melakukan pendaftaran ulang sebagai santri baru, jika terlambat datang ke pesantren lebih dari satu bulan tanpa keterangan;
  • Mengganti kerugian barang-barang yang dirusak secara disengaja langsung atau tidak langsung, dua kali lipat dari harga barang tersebut;
  • Membaca al-Qur’an di halaman Pesantren dan atau menghafal beberapa surat al-Qur’an yang sudah ditentukan Pengurus Pesantren;
  • Tidak diperkanan ke luar komplek Pesantren pada hari Jum’at, sementara santri lain diperkenankan untuk keluar;
  • Membersihkan kamar mandi, ruang kelas, ruang makan, teras, masjid, halaman pesantren, dan lain-lainnya yang ditentukan pengurus;
  • Hukuman langsung sesuai dengan situasi dan kondisi;
  • Sanksi-sanksi lain yang dapat memberikan pembelajaran dan pendidikan kepada para santri ke arah yang lebih baik;

 

  1. Penghargaan

Santri yang berprestasi dan teladan akan mendapatkan penghargaan, diantaranya sebagai berikut:

  • Naik kelas ke dua atau tiga tingkat dari yang seharusnya;
  • Piagam penghargaan;
  • Tropi Penghargaan;
  • Nilai Kepribadian di raport A (sangat baik);
  • Beasiswa atau bantuan pendidikan;
  • Hadiah lain yang tidak mengikat.
TATA TERTIB SANTRI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *